Jumat, 31 Oktober 2008

Pecundang vs Pemenang

10 Karakter Pemenang dan 10 Karakter Pecundang

01> Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata "saya salah!"
Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, "ini bukan salah
saya!"

02> Pemenang berkata, "saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik
lagi!"
Pecundang berkata, "saya tidak sejelek orang lain!"

03> Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari
pada dia.
Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain.

04> Pemenang berkata, "mari saya kerjakan ini untuk anda!"
Pecundang berkata, "itu bukan pekerjaan saya!"

05> Pemenang berkata, "pasti ada cara lebih baik mengerjakannya!"
Pecundang berkata, "begitulah biasanya dikerjakan disini!"

06> Pemenang berkata, "ini sulit tapi mungkin!"
Pecundang berkata, "ini mungkin tapi sangat sulit untuk
mengerjakan!"

07> Pemenang selalu mempunyai rencana-rencana.
Pecundang selalu mencari alasan.

08> Pemenang mempunyai komitmen-komitmen.
Pecundang hanya berjanji-janji saja.

09> Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban.
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.

10> Pemenang tuntas memecahkan masalah.
Pecundang selalu tanggung-tanggung & tidak pernah memecahkan
masalah.

Batas Dari Semua Usaha

Bila selama sepekan anda telah bekerja dengan gigih, berlari penuh
ketergesa-gesaan, dan menggigit gigi sendiri untuk menahan rasa sakit
diburu-buru, maka akhir pekan ini adalah
saat yang paling baik untuk merenungi apa arti waktu bagi anda.

Secepat-cepat anda belari menjadi yang nomor satu, anda takkan pernah
mampu melampaui waktu. Sekuat-kuat anda memenangkan pertandingan,
pada akhirnya toh anda akan dikalahkan oleh usia anda sendiri.
Sehebat-hebat anda menaklukkan puncak gunung, alam memberi langit
yang lebih tinggi yang tak terdaki. Bahwa segala sesuatu itu ada
batasnya.

Anda perlu tahu batas-batas itu. Meski tujuan adalah sesuatu yang
belum bisa anda capai sekarang; dan ini membuat anda begitu optimis
akan hidup esok hari; namun kesadaran akan tepian dari semua kerja
anda semestinya menggugah anda untuk menemukan jiwa dalam kerja anda.

Yaitu, silakan kita berkerja sekeras-kerasnya, karena memang untuk
itulah anda ada, namun anda sama sekali tak harus menjamin
tercapainya semua tujuan itu, karena memang bukan itu tugas anda.
Kita hanya harus berusaha.

Sumber: Jansen Sinamo WorkEthos Training Center

Sabtu, 18 Oktober 2008

Percaya Diri.., Diri yang mana?

Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki kepercayaan diri yang
kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai?
Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak
lebih tumpul dari ujung pena yang patah. Apakah tubuh fisik kita? Padahal
sejalan dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terpanasi.
Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari
setetes air di samudera ilmu. Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman
perasaan seringkali tak mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang
manakah yang patut kita percayai?

Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping-keping seperti
itu. Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita
ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya
sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalamlah yang mampu merengkuh
menyatukan anda. Diri itulah yang patut anda percayai, karena ia mampu
menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda.

Setiap Orang Memiliki Pembela

Seburuk-buruknya orang yang anda benci, masihlah ia memiliki pembela. Entah
seorang atau berapa. Bahkan, sejelek-jeleknya orang yang dihujat, dicaci
maki dan disingkirkan oleh masyarakat banyak, tetaplah ia memiliki
pelindung. Para pembela dan pelindung itu memberikan tempat saat ia
disingkirkan, memberikan pertahanan saat ia dijatuhkan. Mengapa demikian?
Karena seburuk-buruknya seseorang di pandangan banyak mata, tetaplah berhak
untuk dicintai. Dan anda pun berhak mencintai orang lain, meski banyak yang
mengangkat tanda tak setuju.

Pahamilah bahwa saat anda menyatakan kebencian anda pada seseorang,
barangkali ada lebih banyak orang yang pernah merasakan kebaikannya.
Sehingga hujatan dan caci maki yang sebenarnya dilontarkan padanya justru
melukai hati orang lain, yang bahkan anda sendiri pun tak tahu, mungkin di
antara mereka ada sekutu-sekutu anda sendiri. Dan, resiko buruk yang bisa
saja terjadi adalah anda kehilangan sekutu-sekutu anda seiring dengan
permusuhan anda dengan lawan anda.

Bali..Bali..Bali..




Ceritanya abis lebaran kemaren, diriku diajak maen ke rumah Om & Tanteku di Bali. Yah.. itung-itung buat refresing..dan inilah hasilnya..he..he..he..
No Comment, cukup senyum aja yang manis ya...ha..ha..ha..

Minggu, 05 Oktober 2008

Makanan Terkutuk (TRUE STORY)





Mohon maaf bagi yang kurang berkenan...
Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina
yang dibuat
dari sari/kaldu janin manusia. 'Healthy Soup' yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan terbuat dari janin bayi manusia
berumur 6 - 8 bulan dapat dibeli perporsi seharga 3000-4000 RMB(mata uang setempat). Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di
daerah Tong
Wan, Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap 'Healthy Soup'. Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah
satu restoran yang menyediakan 'Healthy Soup' di kota Fu San ? Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata
sandi untuk
'Healthy Soup' adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah di dapat karena mereka tidak
tersedia 'ready stock'. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan frozen. Tetapi kalau berminat,
mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda. Juru masak
restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup', dia
menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kota di mana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan.
Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin
perempuan. Jika
kali ini lahir perempuan lagi, maka 'Healthy Soup' dapat didapat dengan waktu dekat. Cara pembuatan 'Healthy Soup', seperti yang
diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut:
Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam,
setelah itu dimasak
selayaknya memasak sup. Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk meberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran
yang sudah mempunyai stok untuk 'Healthy Soup'. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk
bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur. Di atas
papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut
baru berusia5 bulan. Tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan
sebagainya. Kali ini, harga per porsi 'Healthy Soup' 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan
kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau di gugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya
dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.. Urusan bayi itu
diserahkan ke restoran
dalam keadaan hidupatau mati, tidak ada yg mengetahu Setelah selesai, 'Healthy Soup' disajikan panas di atas meja, penulis dan
fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat
meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan. Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi
perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku
sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk.
Catatan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut.
Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan
apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah
tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia waras.

Minal Aidin Wal Faizin...

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 H
MINAL AIDIN WAL FAIZIN


Taqabbalallahu minna waminkum Kullu 'amin wa antum bikhoir Minal 'aidzin wal faidzin may Allah accapt our siyaam wa qiyaam

Jumat, 12 September 2008

Luasnya Neraka

Assalamu'alaikum. Wr Wb... Sahabat semua...bacalah....


YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM, lindungilah dan peliharakanlah kami, kedua
ibubapa kami, isteri kami, anak-anak kami, kaum keluarga kami & semua orang
Islam dari azab siksa api nerakaMu YA ALLAH.

Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun
tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.

Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah
dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH......AMIN.....


.: Luasnya Neraka :.

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada
Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,


maka ditanya oleh nabi s.a.w.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya
dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui
bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa
Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa
aman dari padanya.'

Lalu nabi s.a.w. bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat
Jahannam.'

Jawabnya: 'Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan
selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu
tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia
hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg
mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum
nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli
neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati
penduduk bumi kerana panas dan basinya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan
dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit,
nescaya akan cair sampai ke bawah
bumi yg ke tujuh.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung
barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung
timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan
perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan
pakaiannya potongan-potongan api.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang
tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'

Nabi s.a.w. bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu
rumah kami?'

Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di
bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000
tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota
kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s.a.w.: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'
Jawab Jibrail:
'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg
kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta
keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,

Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.

Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama
Ladha,

Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.'

Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya:
'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'

Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg
sampai mati belum sempat bertaubat.'

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu,
sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya
sehingga sedar kembali dan

sesudah sadar nabi saw bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh besar
kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang
akan masuk ke dalam neraka?'

Jawabnya: 'Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.'

Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi
s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk
sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila
sembahyang
selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab
'Peringatan Bagi Yg Lalai')

Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat
sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat

2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah

3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung

4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah

5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik

6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak

7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum

8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor
ular

9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta
mengandungi lautan racun yang hitam pekat.

10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai
70,000 rantai

11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat


Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita
semua.....Wallahua'lam.


Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami
turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah
Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu
dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.


Dari Abdullah bin 'Amr R.A,


Rasulullah S.A.W bersabda:' Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..

SEPULUH ORANG YANG MAYATNYA TIDAK BUSUK DAN TIDAK REPUT DI HARI
QIAMAT KELAK!!!

Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk
dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur
masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN
dan TIDAK MINUM , TIDAK DUDUK dan TIDAKBERCAKAP .

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : 'Bagaimana kita dapat
mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?'

Maka jawabnya Rasulullah saw 'Umatku dikenali kerana WAJAH mereka
putih disebabkan oleh WUDHU'.' Bila qiamat datang maka malaikat
datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka
KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan.

Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu 'itu dari
debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN' mereka.
Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian' Siratul
Mustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para
mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba
Ku.

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang
mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh
asal diwaktu mati :-
1. Para Nabi
2 Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka
itu dari kalangan orang yang beriman.

Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda
Rasulullah saw: Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang
berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu
kepada Malaikat Ridhwan:
' Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku
berpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan
dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng
dan buah-buahan SYURGA. '

Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua
anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa
dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang
yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan
sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu
kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah
swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :
'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu
kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.'

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.

Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang
yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. ' Dan ( ingatlah ) Allah
sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.'
Surah Al-Baqarah : 237

Allah Hanya Memanggil Kita 3 Kali Saja Seumur Hidup..

Renung-renungkan dan selamat beramal..
Saat itu, Dhuha, hari terakhir aku di Masjid Nabawi untuk menuju
Mekah....... , aku bertanya pada Ibu.
'Ibu, kataku, ada cerita apa yang menarik dari Umrah....?' Maklum, ini
pertama kali aku ber Umrah.
Dan Ibu, memberikan Tausyiahnya.
Ibu adalah pemilik Maknah Tour Travel dimana saya bergabung untuk Umrah di
bulan July 2007 yang lalu.
Kebetulan umrahku dimulai di Madinah dulu selama 4 hari, baru ke Mekah.
Tujuannya adalah mendapatkan saat Malam Jumat di depan Kabah. Jadi aku
punya kesempatan untuk bertanya tentang Umrah.
Ibu berkata...'Shinta, * Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur
hidup*
Keningku berkerut.... ....'Sedikit sekali Allah memanggil kita..?'
Ibu tersenyum. 'Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?'
Saya menggelengkan kepala.

'Panggilan pertama adalah* **Azan*', ujar Ibu.
'Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas
terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita sholat,
sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel,
Dia tidak 'cepat marah' akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan
tidak
sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih
memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik
umatNya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan
membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti'.

Saya terpekur.... .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan
sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah.......

Ibu melanjutkan, 'Shinta, Panggilan yang kedua adalah panggilan*
Umrah/Haji*
Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan
panggilan yang halus dan sifatnya 'bergiliran' . Hamba yang satu
mendapatkan
kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalan nya bermacam-macam.
Yang tidak punya uwang menjadi punya uwang, yang tidak merancang pula akan
pergi, ada yang memang merancang dan terkabul. Ketika kita mengambil niat
Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/
Umrotan', sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua.
Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab,
meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah
bagi yang mampu'.

Mata saya semakin berkaca-kaca. ........Subhanal lah...... .saya datang
menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan..
...Alhamdulill ah...

'Dan panggilan ke-3', lanjut Ibu, 'adalah* KEMATIAN*. Panggilan yang kita
jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan
tanda
tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan
gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu Shinta,
manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..Jawablah 3 panggilan Allah dengan
hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah.... .......Insya Allah syurga adalah
balasannya.. ...'
** Mata saya basah di dalam Masjid Nabawi , saya sujud bertaubat pada
Allah
karena kelalaian saya dalam menjawab panggilanNya. ....Kala itu hati saya
makin yakin akan kebesaranNya, kasih sayangNya dan dengan semangat
menyala-nyala, saya mengenakan baju Ihram dan berniat..... ....Aku menjawab
panggilan UmrahMu, ya Allah, Tuhan Semesta Alam........ **

*Huraisy*
*Pada hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang
bernama 'Huraisy' berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini
dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.
Malaikat Jibril bertanya : 'Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa
yang kau cari?' Huraisy pun menjawab, 'Aku mahu mencari lima orang.'

Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang.
Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat.
Ketiga, orang yang durhaka kepada ibubapanya.
Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid.
Kelima, orang yang suka minum arak.

sampaikan pesanan ini biarpn 1 ayat.. Wallahualam

Rabu, 03 September 2008

Met Puasa Semuanya...

MARHABAN YA RAMADHAN

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1429 H

MOHON MAAF LAHIR & BATIN

Cuma Saya Yang Tidak Bicara

Suatu hari empat sekawan berjanji satu sama lain untuk bermeditasi tanpa
berbicara sepatah kata pun selama tujuh hari. Pada hari pertama semuanya
tutup mulut, dan meditasi berjalan sesuai rencana. Ketika malam tiba, lampu
minyak mulai kering, dan cahaya mulai redup. Seorang pelayan tertidur di
dekat situ.

Salah satu dari mereka tidak tahan untuk tidak bersuara, "Isi lampu itu,"
katanya.

Orang kedua kaget mendengar suara temannya, "Hus! Kita kan tak boleh bicara,
ingat nggak?"

"Kalian berdua bodoh! Kenapa bicara?" sergah orang ketiga.

Dengan suara lirih orang keempat menggumam, "Cuma saya yang tidak bicara."

Sejak lahir, kita memiliki hasrat bawaan untuk berkomunikasi dengan
orang-orang di sekitar kita. Jika digunakan dengan benar, kata-kata tentu
akan banyak membantu. Namun sering kali kita kelepasan bicara tanpa
memikirkan terlebih dahulu apa yang seharusnya kita katakan atau apakah
sebenarnya kita perlu bicara atau tidak.

Seperti empat sekawan tadi, kita sering berharap untuk tidak mengatakan apa
yang terlanjur kita katakan. Pada saat itu, sudah terlambat karena kata-kata
yang telah dikeluarkan tak dapat ditarik kembali. Kita mungkin saja meminta
maaf, namun kerusakan telah terjadi.

Kita seyogianya menjadi tuan atas lidah kita. Lidah harus mengucapkan apa
yang ingin kita ucapkan saja, bukannya berceloteh tak terkendali. Sayangnya,
sering kali lidahlah yang menjadi tuan dan kita menjadi budaknya; kita
terpaksa mendengar apa yang lidah ucapkan atas nama kita dan sering kita tak
mampu menghentikan ocehannya. Kurangnya kesadaran dan kendali semacam itu
kadang dapat membawa bencana.

Kesadaran, lagi-lagi, adalah kuncinya. Terlepas dari kita akhirnya akan
bicara atau tidak bicara, sadarilah itu sebelum, selama, dan sesudahnya.
Be Happy!

Mengapa Berteriak

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara
dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;
"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu
berteriak."
"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada
disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara
halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut
pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru
lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak
antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu
dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus
berteriak.
Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi
marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun
menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras
lagi."

Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang
saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka
berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.
Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa
demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka
nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.
"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya
sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah
cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan,
janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak
mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat
seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang
bijaksana. Karena waktu akan membantu anda."

Harga Sebatang Lidi

Tahukah anda mengapa sebatang sapu lidi begitu murah harganya?
Begitu murahnya sampai-sampai ia jauh lebih murah daripada seteguk air penghilang
dahaga.
Padahal anda tahu, ia harus dipetik dari pepohonan kelapa yang ditanam di
dusun-dusun jauh di pedalaman.
Ia pun harus diserut, dihaluskan, diikat kuat agar mudah digunakan dan tak melukai
tangan.
Ia harus diangkut oleh banyak kendaraan, melewati banyak pasar, dan naik turun
timbangan penawaran.
Karena, ia dipetik oleh tangan-tangan kecil yang tak menuntut banyak upah. Ia
dijalin oleh wanita-wanita yang tak menghitung laba rugi.
Ia juga dipikul oleh bahu-bahu legam pria yang tak terlalu mengerti transaksi jual
beli.

Sebatang sapu lidi itu begitu murah sampai di tangan kita, karena orang-orang itu
tak menghitung jerih perih kerjanya.
Mereka pun tak mengkalkulasi butir-butir keringatnya.
Maka, mari kita sadari bahwa di balik kemurahan dan kemudahan yang kita cerap
sekarang ini, terselip cerita tentang pengorbanan yang jauh lebih berharga ketimbang
harga seluruh sapu lidi yang bisa kita beli.

Tak Ada Yang Mengalahkan Pesona Kesederhanaan

Semula kita belajar melakukan hal-hal sederhana.
Tak lebih dari satu tambah satu sama dengan dua.
Ketika soal-soal itu semakin terasa mudah, kita coba kerjakan yang sulit.
Kita rambah puluhan, ratusan, perkalian juga pembagian.
Kita namai itu sebagai tantangan.
Tak lama tantangan kehilangan daya tariknya jua.
Maka, kita kepalkan tangan untuk menaklukkan sesuatu yang rumit, besar, dan
tak mudah ditundukkan.
Sebuah soal pun dijawab oleh berlembar-lembar perhitungan hingga nyaris tak
dikenali lagi mana angka mana tanda baca.

Tapi segera saja, kejelimetan itu membosankan.
Tahukah anda apa akhir dari pergulatan ini?
Yaitu, ketika kita mulai meringkas jawaban.
Memendekkan pola perhitungan.
Memangkas baris-baris pembuktian.
Di perjalanan ini kita seolah berbalik ke titik semula : kesederhanaan.
Tak ada yang mengalahkan pesona kesederhanaan.
Kita boleh kumpulkan apa saja dalam hidup ini, namun pada terminal
perhentian, kita kembali dengan tangan yang sederhana dan meninggalkan semua
kerumitan jauh di belakang.

Teknik Karet Gelang Merah

Teknik sederhana ini dari Robert G. Allen, milyuner dari New York dan
pengarang buku best seller "Road to Wealth". Allen mengatakan, bahwa
dalam setiap tindakan kita, selalu ada pikiran positif dan negatif.

Bahkan jika kita berdiam diri pun juga ada kedua pikiran tersebut,
misalnya pikiran positif akan berkata "Ayo,kita mulai bekerja".
Sedangkan pikiran negatif berkata "Ah, nanti saja. Sedang enak nih
duduk-2nya". Kedua pikiran ini sama kekuatannya. Jadi terkadang positif
yang menang, saat lain negatif yang menang.

Lalu, jika memang kekuatannya 50 : 50, bagaimana caranya agar positif
bisa lebih dominan?

Jika memang kekuatannya sama, maka harus ada perangsang dari luar yang
bisa mencegah, ketika pikiran negatif keluar. Allen menggunakan karet
gelang merah di pergelangan tangan kirinya. Setiap saat ada pikiran
negatif sekecil apapun yang melintas di pikirannya, dia langsung
menjepret tangannya dengan karet gelang tersebut. Sepintas memang tampak
lucu. Tapi pengaruhnya ke alam bawah sadar (ABS) anda luar biasa besar.
Apabila anda konsisten dengan menjepretkan karet gelang setiap kali anda
berpikir negatif, maka ABS anda akan merekamnya menjadi suatu kebiasaan
yang harus dihindari.

Ada satu pertanyaan yang mengelitik, yaitu mengapa mesti karet yang
berwarna merah? Bukankah karet gelang ada beragam warna? Atau mungkin
juga pertanyaan mengapa mesti ditangan kiri, bukan di kanan, atau di
kaki?

Robert G. Allen mengatakan, hal-2 ini kelihatannya remeh, tapi
mengandung makna yang besar. Banyak orang yang mengatakan ingin berubah
menjadi lebih baik? Tapi begitu diberikan satu petunjuk, biasanya
petunjuk ini lalu DITAWAR. Ini masalah komitmen.

Apabila anda mau BERUSAHA mencari karet yang berwarna merah, dan
memasangnya di tangan kiri, itu sudah membuktikan anda mempunyai
komitmen yang tinggi untuk berubah. Apabila untuk hal kecil ini saja
sudah anda tawar, mungkin komitmen anda untuk berubah baru di tahap
coba-coba saja.

Hal lain yang sering menjadi pertanyaan disini adalah, sebenarnya apakah
yang disebut pikiran negatif itu? Karena banyak orang tidak sadar bahwa
dia melakukan atau memikirkan hal negatif. Nah, dibawah ini ada daftar
hal negatif yang harus anda `jepret' ketika anda mengalaminya

Menunda, malas, marah, lesu, curiga, malu, ragu-2, rendah diri, sombong,
egois, minder, kuatir, berkata-kata kotor, cemburu, patah hati, takut,
berpikir jorok, dengki, iri, sirik, dendam, sinis, cemberut, pesimis,
takut gagal, resah, takut memulai, cuek, acuh, pasif, cemas, terlambat,
menipu, merajuk, murka, fitnah, menang sendiri, bergosip ria, merasa tak
pernah salah, berbohong, berprasangka buruk, meremehkan, sedih, dan lain
sebagainya. Anda bisa tambahkan disini tindakan-2 anda sendiri yang
menurut anda negatif, dan perlu `dijepret'.

Selamat mencoba !

Membaca Hati

"Membaca itu tidak sekedar melihat. Sahabat yang baik akan lebih banyak
'membaca' hati kita dari pada sekedar 'melihat' keadaan kita."

Seorang anak kecil yang sedang belajar membaca, bertanya kepada ayahnya yang
sedang mengemudikan mobilnya, "Kenapa sih mobil di depan ada tulisan
BELAJAR?"
"Oh, itu berarti mobil khusus untuk belajar stir, sayang. Om yang nyopir
mobil itu sedang belajar setir mobil."
"Lalu kenapa truk yang di sebelahnya ada tulisan AWAS REM MENDADAK?"
"Maksudnya, itu untuk peringatan mobil di belakangnya, bahwa sewaktu-waktu
sopirnya bisa menginjak rem dan berhenti mendadak. Supaya tidak tabrakan!"
"Oh, maksudnya supaya kendaraan yang lain hati-hati?"
"Iya nak, benar sekali."
"Kan udah ada lampu rem yang menyala, atau lampu kedip-kedip kalau mau
belok?"
"Benar, tetapi pemilik mobil di depan mungkin merasa belum cukup untuk hanya
sekedar memberitahu kendaraan dibelakangnya dengan lampu rem atau lampu
sein! Mereka memasang tulisan di belakang agar kendaraan lain waspada. Orang
perlu membaca dari pada sekedar melihat tanda."

Benar, seperti kata si Ayah di atas.
Seperti komunikasi di jalan raya, semua orang sebenarnya dikaruniai
kemampuan untuk "melihat" tanda-tanda tetapi jarang yang mampu untuk
"membaca" tanda-tanda itu.
Ketika orang terdiam, kita hanya melihat dia sedang bad-mood, dan tidak
berusaha "membaca" apa yang terjadi dengan dirinya.
Ketika orang marah-marah, kita hanya melihat kemarahannya saja, dan tidak
pernah "membaca" dengan sungguh-sungguh ada apa di balik kemarahannya.
Kita cenderung melihat hanya "lampu rem" dan "lampu sein", tanpa pernah tahu
maksud sesungguhnya kenapa mereka menginjak rem atau menyalakan lampu sein.

Menjadi sahabat yang baik tidak hanya "melihat" mereka sebagai teman dalam
segala keadaannya, tetapi juga bisa "membaca" apa yang sedang terjadi di
dalam hati sesungguhnya, memahaminya serta ikut merasakannya.

Kita semua adalah anak kecil di atas yang sesungguhnya sedang belajar
"membaca", sedang belajar ber-empathy.

Mendengar Dan Melihat

"We are listening and watching. Not merely hearing and seeing."

Ada banyak orang yang mendengar tetapi tidak sungguh-sungguh mendengar.
Ada banyak orang juga yang melihat, tetapi tidak sunguh-sungguh melihat.
Seringkali kesalahpahaman terjadi karena situasi ini, di mana kita tidak
sungguh-sungguh "melihat" dan tidak sungguh-sungguh "mendengar".
Banyak orang yang merasa terabaikan pula karena merasa tidak "didengar" dan
"dilihat".

Seperti halnya kita berlatih berjalan sewaktu kita balita, "Mendengar" atau
"Melihat" pun membutuhkan latihan yang terus menerus karena mendengar dan
melihat yang sesungguhnya membutuhkan keterampilan khusus, membutuhkan
"jiwa" di dalamnya.

Kita pun harus mulai mendengarkan dan melihat dengan "jiwa" kita. Bukan
hanya dengan saraf mata dan telinga semata.

Kamis, 21 Agustus 2008

Iklan...Iklan...Iklan..

Kearifan

Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi tersohor bernama
Zun-Nun.

Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti
mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat
sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat
perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk banyak tujuan lain."

Sang sufi hanya tersenyum; ia lalu melepaskan cincin dari salah satu
jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu
lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana.
Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas?
Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu." "Cobalah dulu, sobat muda.
Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada
pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya.
Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka
menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya
dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor,
"Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko
emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas
di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada
Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para
pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas
menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali
lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas
pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya
"para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak
bagi "pedagang emas".

Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai
jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya.


Dan itu butuh proses wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan
tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka
emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."

Kalau Cinta Tidak Cinta

Ini hanya sebuah kisah seorang teman. Sebut saja Kikish, namanya. Dia
bercerita kalau dia sedang kangen dengan seseorang. (Aku
tersenyum-senyum ketika dia bilang kalau sedang kangen. Hahaha... anak
itu memang suka mengumbar kangen). "Nikmati saja kangennya, Kish!"
kataku menanggapi. "Kalau nanti sudah ketemu, kan sembuh kangennya.
"Tapi yang ini beda." Beda? Beda gimana?" "Aku kangen dengan orang yang
kusayangi, tapi nggak bisa kumiliki. Jadinya kan nggak ketemu
(kangennya)."Ya, sudah... dinikmati saja kangennya. Toh cinta itu
membebaskan." "Yah, emang enak 'makan cinta'?"

Memang ngomong lebih mudah daripada menjalaninya. Apa sih enaknnya
sewaktu cinta bertepuk sebelah tangan atau bila kita tak bisa berharap
terlalu banyak pada orang yang dicintai? Kadang aku juga nggak habis
pikir dengan satu kata yang nggak ada habisnya itu : CINTA. Rasanya
setiap hari kata cinta itu berhamburan di mana saja. Mulai dari
pembicaraan di meja makan, sampai saat akan meletakkan kepala di atas
bantal. Dan kadang aku juga capek ketika merenung-renungkan arti cinta
itu. Apa sih cinta itu?

Terlalu banyak definisi tentang cinta. Mulai dari yang sederhana sampai
yang njlimet dan membuat kening berkerut. Tetapi sepertinya permasalahan
cinta hanya berlaku bagi pasangan muda-mudi. (Apa iya?) Kupikir-pikir
cinta itu berarti memberi hati. Dan, memberi hati itu nggak ngampang
lho.! Karena memberi hati itu artinya memberi diri kita sendiri kepada
orang yang kita cintai agar orang yang kita cintai menjadi lebih baik,
lebih maju, dan lebih bahagia (dan memberi diri itu berarti mengikis
habis ego diri sendiri), Dengan begitu, mencintai berarti membebaskan.

Lalu kalau begitu, sebenarnya tidak ada masalah jika cinta kita ditolak,
wong kita niatnya "memberi" dan membebaskan dia untuk menerimanya atau
menolaknya, kan? Memang, mungkin penolakan itu diikuti sakit hati.
Gimana nggak sakit hati kalau segala daya dan upaya yang kita kerahkan
dicuekin? Tapi bukankah dengan ditolak kita sadar bahwa pemberian atau
usaha yang kita kerahkan itu berpamrih? Dan dalam kamus cinta, pamrih
itu tabu. Karena kalau kita berpamrih, kita hanya mencintai diri kita
sendiri. Maka, kupikir Kikish barangkali harus banyak belajar, bahwa
jika kita mencintai tidak berarti harus balik dicintai. Dan tak ada
salahnya jika kangen yang ia miliki tidak dibalas kangen oleh orang yang
ia cintai. Menikmati kangen yang tak berbalas itu memang lebih banyak
sakit hatinya, tetapi dengan begitu kita juga dapat merasakan kecewanya
Tuhan karena kangen-Nya tidak kita balas.

Jangan Gampang Mendramatisir Masalah

Siapapun anda pasti pernah mengalami masalah dalam hidup ini. Dari yang
paling ringan sampai yang paling berat. Begitu juga di lingkungan kantor
yang kompleks dengan aneka masalah, mulai masalah pekerjaan yang menumpuk,
kompensasi yang tidak sesuai, beban kerja yang tidak merata, sampai masalah
dicuekin bos.

Tetapi berat atau ringan, setiap masalah tentu butuh penyelesaian. Dan
setiap masalah sangat individual sifatnya. Bagi anda yang bijak, setiap
masalah akan dianggap sebagai proses pendewasaan diri. Tapi bagi yang
berjiwa kerdil, masalah bagaikan mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Umumnya
anda dengan tipe terakhir akan berlarut-larut memikirkan masalah tanpa
banyak memikirkan penyelesaiannya.

Namun, apapun judulnya, anda harus memikirkan cara yang paling tepat dalam
menuntaskan suatu masalah. Tahukah anda apa yang harus anda hindari dalam
menyelesaikan masalah? jawabannya adalah 'dramatisir'. Ingat, bagaimanapun
bentuknya, jangan sekalipun mendramatisir masalah anda. Jangan pernah merasa
bahwa seolah-olah masalah andalah yang paling berat.

Karena mendramatisir masalah bukanlah terapi yang mampu menyelesaikan
keadaan, justru sebaliknya anda akan semakin stres akibat dramatisasi
tersebut. Mengeluh kesana kemari dengan cerita dramatik hanya akan
memperberat bobot masalah. Sebaliknya, berpikirlah dengan jernih, posisikan
masalah anda pada sudut pandang yang tepat.

Jika anda ingin 'curhat' masalah anda, ungkapkan fakta-fakta yang benar dan
objektif. Kalau A katakan A jangan bilang ABC. Peringatkan diri anda sendiri
untuk tidak mendramatisir setiap kali akan membicarakan masalah pada
rekan-rekan atau bos anda. Pikirkan dampak akibat dramatisir tersebut, apa
manfaatnya? Umumnya dampaknya justru negatif. Karena lingkungan tidak
menyukai dan tidak mempercayai hal-hal yang dramatik. Apalagi jika suatu
saat, dramatisasi anda tidak terbukti.

Anda yang berpotensi mendramatisir masalah perlu lebih waspada. Karena
kondisi ini bisa berdampak buruk bagi perkembangan mental anda. Orang-orang
dengan tipe ini akan selalu dibayangi rasa cemas, ketakutan, dan pikiran
negatif. Dan orang yang hobi mendramatisir masalah sesungguhnya hanya
menciptakan kesalahan di atas kesalahan.

Hal yang tak kalah penting, jangan sekalipun menceritakan masalah anda dalam
pikiran yang kalut. Karena kondisi yang emosionil dan tidak stabil membuat
anda tidak objektif lagi dalam memandang setiap persoalan. Kondisi seperti
ini akan membuat anda mengambil keputusan yang salah dan fatal.
Misalnya anda mengancam akan mengundurkan diri ketika anda dihadapkan pada
persoalan bahwa kenaikan gaji anda adalah yang paling kecil dibanding
teman-teman yang lain. Biasanya ancaman tersebut bisa jadi hanya semacam
'gertakan' karena pikiran anda sedang buntu akibat merasa disepelekan dan
diremehkan.

Ingat, kebanyakan orang yang tidak berhasil menyelesaikan masalahnya adalah
orang-orang yang menutup mata dan sibuk mencari dukungan dan perlindungan.
Dan ketika tak satupun orang yang memberi dukungan, anda akan menyalahkan
masalah itu sendiri. Anda akan digelayuti pikiran, 'kenapa sih masalah ini
mesti menimpa saya'?. Kalau anda terus dibebani pikiran tersebut,
buntut-buntutnya anda merasa hidup ini tidak adil.

Kalau hal ini yang anda alami, segera stop pikiran buruk tersebut. Patut
anda ketahui setiap masalah hanyalah suatu proses dalam hidup yang terus
berjalan. Anda lupa selama anda sibuk menyesali dan mengeluhkan masalah yang
itu-itu saja sesungguhnya ada banyak jalan untuk mencapai penyelesaian yang
anda inginkan. So, bangkitlah, jangan terpuruk dengan keluhan yang panjang.
Masih ada jalan terbaik yang akan anda temui jika anda mau berpikir jernih.

Hal2 Kecil Yang Memangkas Waktu Anda

'Time is money', 'waktu adalah uang'. Ungkapan ini pas banget bagi anda yang
setiap harinya diburu-buru pekerjaan dan 'deadline'. Apa hubungannya ?
Iya soalnya anda dibayar alias digaji atas waktu yang anda gunakan untuk
bekerja di kantor. Karena nggak mungkin juga kan kalo anda makan 'gaji
buta'? Makanya setiap detik di kantor adalah waktu yang sangat berharga.

Untuk itu anda perlu memanfaatkan waktu di kantor seefektif mungkin. Tapi
masalahnya, kadang anda tidak menyadari ada hal-hal kecil yang ternyata
cukup mengganggu waktu anda dalam menyelesaikan 'kerjaan'. Tau nggak apa aja
sih hal kecil yang mengganggu itu? Di bawah ini adalah daftar hal-hal kecil
yang 'berpartisipasi' dalam memangkas waktu kerja dan menghambat selesainya
pekerjaan anda :

* Telepon
Banyaknya telepon masuk untuk bicara dengan anda, mau nggak mau akan
mengurangi kualitas waktu anda dalam bekerja. So, bersikaplah selektif dalam
menerima telepon. Jangan menerima telepon-telepon tidak penting yang datang
dari teman-teman anda. Sibuk berhaha hihi di telepon dengan teman kadang
membuat anda lupa waktu dan membuat pekerjaan anda 'terbengkalai'.
Untuk itu, pesankan pada operator untuk menyeleksi telepon yang penting dan
tidak penting. Mungkin untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, anda
bisa menerimanya.

* Ponsel
Jika anda sedang membutuhkan konsentrasi penuh dalam menyelesaikan
pekerjaan, misalnya anda sedang dikejar target dan 'deadline', lebih baik
matikan saja ponsel anda. Untuk mengantisipasi hal-hal yang penting,
sebaiknya aktifkan 'voice mail' di ponsel anda.

* Email
Jangan membuang-buang waktu hanya untuk membalas email-email tak penting.
Begitu tau email itu tak ada hubungannya dengan pekerjaan, lewatkan saja.
Anda baru bisa melakukannya jika waktu anda cukup luang.

* Makan siang terlalu lama
Umumnya waktu istirahat makan siang adalah satu jam. Tapi kadang, waktu satu
jam itu terasa kurang karena waktu makan siang sering dijadikan 'moment'
untuk 'ngobrol' dengan rekan-rekan kantor anda. Hingga tak jarang, waktu
satu jam itu molor sampai 30 menit bahkan satu jam dari waktu yang
ditentukan. Tentu saja waktu anda bekerja banyak berkurang hanya untuk
kepentingan 'ngobrol'. Ingatkan diri anda sendiri untuk segera beranjak dari
acara makan siang begitu anda selesai makan. Memang bersosialisasi dan
berinteraksi dengan rekan di lingkungan kantor cukup penting, tapi tentu
saja anda harus tahu batas waktu.

* Ngobrol dengan teman
Jangan sekalipun tergoda menghampiri meja rekan anda ketika anda tengah
membutuhkan konsentrasi. Sebaliknya jika teman anda yang menghampiri meja
anda, katakan saja bahwa anda baru bisa 'ngobrol' di waktu istirahat atau
pulang kantor.

Dengan menghindari gangguan-gangguan di atas, diharapkan anda akan lebih
konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Dan waktu anda di kantor nggak
sia-sia kan...?

Coba Dengarkan Cinta

Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri.
Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru malah
nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau
kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya.
Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin
orang lain ngerasa bete, nggak disayang, nggak dihargai.

Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang
kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu
buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat
kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener", "hati-hati di
jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan".
Tapi, sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya;
"saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat
saya", "saya nggak mau kamu terluka".

So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat
yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting,tapi bagaimana kita
mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski
kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain
menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar.
Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang
berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia
bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana.
Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun
juga, itu adalah cinta. Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah
gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia
mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa
jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya.
Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu
sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara--hadiah ulang tahun, pesan-pesan
kecil, dengan senyuman, dengan air mata.
Cinta nggak hanya da dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali
kita enunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta
ang kita sampaikan.

Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan an keterbatasan kita
untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi,
kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita
nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi
kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan,
kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener
berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang
dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah
tempat yang begitu indah.

Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.

Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting;
kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu
perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi
kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada
untuk seseorang.

Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan
katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk
mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat
perubahan, hindari
penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah
berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk
ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat
hidup menjadi penuh makna.

Selasa, 19 Agustus 2008

Belajar Mencintai Dari Cicak

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat
dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak
terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah
surat.

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu,
ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu
pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi
terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa
bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10
tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa
yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian,
tidak tahu darimana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di
mulutnya....AHHHH!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain
yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan
pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan
oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang
kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir
tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara
lelaki, saudara perempuan..... Seiring dengan berkembangnya teknologi,
akses kita untuk mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak
peduli sejauh apa jarak diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap
dekat dengan orang-orang yang kita kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG
YANG ANDA KASIHI!!! -Kisah ini berasal dari Jepang-

Saat Pasangan Tertawa Bersama

Kapan Anda dan pasangan tertawa bersama atau saling melempar kata-kata
penuh gurauan? Jangan kaget bila banyak yang tidak dapat menjawab
pertanyaan sederhana ini. Sebab, tidak sedikit pasangan suami istri
yang kehilangan rasa humornya ketika menghadapi rutinitas pekerjaan
sehari-hari yang menimbulkan kelelahan fisik maupun mental.

Padahal, lewat percakapan sederhana saja, hubungan yang terasa hambar
bisa dibumbui kembali. Komunikasi yang baik, yang mengandung arti
mendalam, sebenarnya tidak membutuhkan frekuensi waktu 24 jam sehari
atau tujuh hari seminggu. Seringkali percakapan ringan dan singkat
malah bisa memberikan efek positif dalam membina hubungan kebahagiaan
Anda.

Sebagai contoh, jika Anda dan pasangan berada di tempat yang
terpisah, dengan kemampuan dasar komunikasi yang baik, lewat telepon
Anda bisa melakukan percakapan ringan penuh gurauan. "Tok, tok, tok!
Siapa di sana? Bayu, Bayu? Bayu milikmu dan hanya milikmu, sayang."

Apakah gurauan "tok-tok-tok" seperti di atas bisa membangun hubungan
yang lebih baik dengan pasangan Anda? Hal di atas merupakan contoh
baik. Sepenggal percakapan ringan tersebut dapat membantu hubungan
pasangan suami istri sehingga membuat mereka merasa semakin dekat dan
lebih akrab.

Membangun komunikasi dalam bentuk yang paling sederhana bisa
dilakukan dengan cara gurauan seperti di atas. Tapi di samping itu,
bisa juga dimulai dengan cara lain untuk menarik perhatian pasangan
Anda. Misalnya, memberikan perhatian dengan cara mengajukan
pertanyaan, opini, komentar atau observasi.


Saling Merespon

Ada strategi lain yang cukup ampuh dalam menarik perhatian pasangan
yang dilakukan dengan cara non-verbal. Caranya tentu saja lewat
tatapan mata, gerak isyarat atau sentuhan lembut.

Cara sederhana untuk menarik perhatian pasangan seperti dalam
gurauan "tok-tok-tok", misalnya, ketika pasangan memberikan respon
positif, komunikasi yang mesra niscaya bisa berlanjut. Lewat obrolan
penuh gurauan ini bila sering dilakukan bisa menciptakan rasa saling
percaya di antara pasangan.

Dengan semakin lancarnya komunikasi, apalagi bila dibubuhi humor-
humor yang menyegarkan, hubungan yang baik akan semakin tumbuh dan
terbina dengan baik. Karena itu, penting bagi masing-masing pasangan
untuk memberikan respon yang positif dengan melontarkan kata-kata
manis, penuh perhatian dan antusiasme, serta tulus dalam setiap
percakapannya.

Karena itu, Anda pun bisa membina hubungan yang baik dimulai dengan
obrolan kecil yang penuh humor atau pembicaraan ringan tentang gosip
artis atau teman-teman Anda. Perhatian dan komunikasi ringan semacam
ini kelak akan berguna bagi pasangan ketika harus mengatasi hal-hal
yang lebih berat dan dalam memecahkan persoalan atau mendiskusikan
masalah-masalah yang lebih pribadi. Lewat cara ini, di mana keakraban
semakin menguat, pasangan Anda tidak sekadar menjadi teman tidur
saja, melainkan bisa juga bertindak sebagai sahabat.